Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tawakkal dalam Bekerja

Tawakkal dalam Bekerja. Allah telah mensyariatkan di dalam kitab-Nya dan menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka yang bersifat lahiriyah. Allah berfirman:

“Maka bila sholat telah selesai ditunaikan hendaklah kalian menyebar di permukaan bumi ini dan carilah sebahagian dari keutamaan (karunia) Allah.” (Al-Jum’ah: 10)

tawakal dalam bekerja


Bahkan Allah telah mempersiapkan waktu yang terbaik bagi hamba agar dapat bekerja. Allah berfirman:

“Dan kami jadikan malam dan siang sebagai dua ayat (tanda). Maka kami hapus tanda malam dan kami jadikan tanda (cahaya) siang terang agar kalian dapat mencari karunia dari Rabb kalian..” (Al-Isra’: 12)


Imam Ath-Thabari berkata, “Allah menyebutkan dalam ayat ini bahwa di antara nikmat yang Allah anugerahkan kepada kalian, wahai manusia, Dia membedakan antara tanda malam dan tanda siang. Yaitu dengan menjadikan malam lebih gelap dan siang lebih terang. Agar kalian dapat beristirahat di waktu malam, dan di siang hari bekerja mencari rezki Allah yang telah Dia takdirkan untuk kalian berdasarkan karunia-Nya.”


Sedangkan dalam surah An-Naba`, Allah mempertegas:

“Dan bukankah kami telah jadikan malam waktu untuk beristirahat, dan bukankah kami telah jadikan siang waktu untuk mencari ma’isyah.” (An-Naba`: 10-11)


Demikian pula, Allah membimbing hamba-hamba-Nya agar ketika bekerja dalam rangka mencari ma’isyah, hendaklah senantiasa dan selalu menyertakan Allah dalam usahanya tersebut. Yakni dengan bertawakkal kepada Allah baik ketika memulai usahanya, atau sedang menjalani, bahkan di saat mengakhiri usahanya. Allah berfirman:

“Bila engkau telah ber’azam, bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal.” (Ali Imran: 159)


Ber’azam artinya berkeinginan kuat (bertekad) dan telah mantap niatnya. Bila seorang hamba telah bertekad bulat untuk memulai atau menjalankan suatu usaha, dan ia yakin bahwa usaha yang akan ia jalani itu tidak menyelisihi syariat, maka segeralah ia laksanakan sambil bertawakkal kepada Allah. Dan bila ia telah menyematkan tawakkal itu pada dirinya, maka Allah akan mencukupinya dan akan menjadi pelindung yang paling baik dalam usahanya itu. Allah berfirman:

“Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan kebutuhannya.” (Ath-Thalaq: 3)


Allah juga berfirman:

“Dan bertawakkallah kepada Allah, dan cukuplah Allah sebagai pelindungmu.” (An-Nisa: 81)


Ibnu Katsir berkata, “Yakni cukuplah Allah sebagai wali dan penolong bagi siapa yang bertawakkal kepadaNya..”

Di antara yang dibimbingkan oleh Allah adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dari ‘Umar bin Khaththab, dari Nabi, beliau bersabda:

“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang benar niscaya Allah akan memberikan rezki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezki kepada burung yang pergi (keluar dari sarangnya) di waktu pagi dalam keadaan lapar kemudian pulang di waktu sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa`i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan al-Hakim. At-Tirmidzi berkata: Hasan Shahih.)


Lihatlah! Bagaimana hasil dari orang yang bertawakkal kepada Allah. Renungkanlah hadits di atas! Allah akan memberikan rezki dari usaha yang kita jalani bila tawakkal kita telah benar.

(Oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Diar)

Posting Komentar untuk "Tawakkal dalam Bekerja"