Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hakikat Kekayaan

Hakikat Kekayaan. Siapa sebenarnya orang yang kaya itu? Apakah mereka yang bergelimang harta? Apakah mereka yang hidup di rumah mewah bak istana para raja? Apakah mereka yang kemana-mana bawa kendaraan mewah berharga miliaran rupiah?

Hakikat Kekayaan menurut Islam


Sebuah jawaban yang manusiawi jika seorang ditanya tentang arti kaya mereka akan menjawab orang yang memiliki banyak harta. 

Namun itu jawaban sepintas yang memang terlontar disebabkan penilaian secara dzohir (kasat mata). Seperti contoh yang terjadi pada Sahabat Abu Dzar Al Ghiffari ketika di tanya oleh Rasulullah tentang siapa orang kaya dalam riwayat berikut :


“Dari Abu Dzar Al Ghiffari berkata: Rasulullah bersabda: ”Wahai Abu Dzar, apa kamu memandang orang yang banyak harta itu adalah orang kaya?” Aku berkata: “Benar ya Rasulullah” Lalu Rasulullah bersabda: ”Apa kamu memandang orang yang sedikit harta itu orang yang faqir?” Aku berkata: ”Benar Ya Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya kaya itu adalah kaya hati dan faqir itu adalah kefaqiran hati.”


Dari jawaban Rasulullah ini menunjukkan bahwa hakikat dari kaya bukan dinilai dari apa yang tampak secara dzohir berupa harta yang melimpah. Tapi sebenarnya hakikat kaya itu adalah kekayaan hati, yaitu merasa qona’ah (cukup) dengan rizki yang Allah karuniakan padanya, merasa puas dan selalu ridha atas ketentuan Allah.

Posting Komentar untuk "Hakikat Kekayaan"